Bertemu MI, Mentan Janji Kembangkan Kedelai dan Jagung di Maluku Serta Siapkan Pasar

Bertemu MI, Mentan Janji Kembangkan Kedelai dan Jagung di Maluku Serta Siapkan Pasar


Bertemu MI, Mentan Janji Kembangkan Kedelai dan Jagung di Maluku Serta Siapkan Pasar

Posted: 07 May 2022 06:25 PM PDT


AMBON, LELEMUKU.COM - Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo (SYL), SH, MH meminta Gubernur Maluku, Irjen Pol (Purn) Drs Murad Ismail (MI) menyiapkan lahan untuk pengembangan komoditas kedelai dan jagung di Kabupaten/Kota di Maluku. Untuk itu, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, sudah menindaklanjuti dengan menyiapkan lahan melebihi permintaan SYL.

Permintaan Menteri Pertanian, setelah silahturahmi Gubernur Maluku, dengan orang pertama di Kementerian Pertanian itu di salah satu restoran di Kota Makassar, Jumat (06/05/2022). Pertemuan itu sekaligus membicarakan pengembangan pertanian di Provinsi Maluku bersama Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP) Hadi Basalamah dan Kabiro Umum Setda Maluku, Affandy Hasanussi.

Dalam pertemuan itu Menteri Pertanian meminta kepada Gubernur Maluku, agar Pemda Provinsi menyiapkan lahan masing-masing kabupaten/kota 1.000 Hektar untuk pengembangan kedelai dan jagung.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr Ilham Tauda mengatakan, pertemuan Menteri Pertanian dengan Gubernur Maluku, di Kota Makassar, bukan pertama kali. Dan untuk menindaklanjuti permintaan itu, Gubernur sebelumnya telah memberikan arahan kepada dirinya sebagai pelaksana tugas Kadis Pertanian Provinsi Maluku, beberapa waktu lalu agar segera bertemu Menteri Pertanian.

"Jadi arahan Pak Gubernur kepada saya dan Pak Ketua TGPP Hadi Basalamah, agar segera bertemu dengan Pak Menteri Pertanian, 29 Maret 2022 lalu di Jakarta,"tutur Tauda, Sabtu (07/05/2022).

Dia mengaku, dalam pertemuan itu Menteri Pertanian, menyampaikan bahwa ada rencana pengembangan jagung dan kedelai di Provinsi Maluku. Dikatakan, setelah pertemuan itu Dinas Pertanian Provinsi Maluku, menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian. "Jadi kita sudah tindaklanjuti awal April 2022 lalu, kita sudah bertemu dengan beberapa Dinas Pertanian kabupaten/kota dan kita telah melakukan kesepakatan dengan kabupaten/kota yang ingin mengembangkan Jagung dan Kedelai,"paparnya.

Dinas Pertanian Provinsi Maluku, terang dia, kemudian melakukan rencana pengembangan jagung dan kedelai di sejumlah kabupaten/kota. Dia mencontohkan, di Kabupaten Maluku Tengah rencana pengembangan Jagung 1.500 hektar dan Kedelai 3.000 hektar. Kabupaten Buru, rencana pengembangan Jagung 500 hektar. Kabupaten Seram Bagian Barat, rencana pengembangan Jagung 1.000 hektar. Kabupaten Seram Bagian Timur, rencana pengembangan Jagung 1.500 hektar dan Kedelai 500 hektar. Kabupaten Kepulauan Tanimbar, rencana pengembangan Jagung 1.500 hektar. Kabupaten Maluku Tenggara, rencana pengembangan Jagung 2.000 hektar dan Kedelai 500 hektar. Kabupaten Kepulauan Aru, rencana pengembangan Jagung 1.000 hektar. Kabupaten Maluku Barat Daya, rencana pengembangan Jagung 2.000 hektar. Kota Tual, rencana pengembangan Jagung 500 hektar."Jadi untuk realisasinya tergantung kesiapan dan komitmen Kabupaten/Kota,"rincinya.

Kendati begitu, dia mengakui, alasan para petani di daerah ini tidak mengembangkan tanaman kedelai, karena berkaitan dengan persoalan pasar. "Jadi hasil petani tidak terserap oleh pasar. Akibatnya para petani enggan untuk menanam kedelai. Tapi hasil pembicaraan kita dengan Pak Menteri Pertanian, beliau menyampaikan akan menyiapkan pasar. Jadi rencana pengembangan kedelai, Kementerian Pertanian siapkan pasar dan sarana produksinya, termasuk pupuk bibit dan peralatan,"sebutnya.

Untuk itu, lanjut dia, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, akan melakukan desk dengan Kementerian Pertanian untuk rencana pengembangan Kedelai. Prinsipnya, tambah dia, pertemuan dengan Menteri Pertanian 29 Maret dan 6 Mei 2022, pihaknya sudah siapkan segala sesuatu sesuai arahan Gubernur Maluku.

Soal penerima bantuan, dia mengaku, dalam mekanismenya, jika sudah disetujui Pemerintah Pusat, pihaknya akan mendata calon penerima bantuan untuk memastikan petani penerima."Tentunya kita akan mengarahkan pada kabupaten/kota yang berkomitmen dan telah melakukan kesepakatan dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku. Jadi penentuan penerima bantuan ada di kabupaten/kota,"tandasnya.

Soal pemasaran hasil produksi kedelai, dia mengaku, pihaknya fokus pada pengembangan kawasan karena sangat memudahkan." Terutama suplai logistik. Khusus transportasi di kabupaten/kota itu ada kesepakatan dengan pembeli. Jadi akan dibeli langsung ditingkat produksi dan langsung dipungkasnya. (indonesiatimur.co)

Kepedulian Babinsa Laksanakan Perintah Menyalurkan Dana BLT Kepada Masyarakat

Posted: 07 May 2022 05:26 PM PDT


AMBON, LELEMUKU.COM - Jajaran Korem 151/Binaiya yang meliputi Kodim 1502/Masohi, Kodim 1503/Tual, Kodim 1504/Ambon, Kodim 1506/Namlea, Kodim 1507/Saumlaki, Kodim 1511/Pulau Moa memiliki Karakteristik Daerah yang unik dan berbeda- beda sehingga otomatis permasalahan yang dihadapi para Babinsa di lapangan juga berbeda pula untuk mencapai  Daerah tertorialnya.

Hal tersebut ditunjukkan dengan uniknya perjalanan para Babinsa Jajaran Korem 151/Binaiya untuk menuju Daerah Tertorialnya untuk menyalurkan Dana Bantuan Langsung Tunai Pemerintah kepada masyarakat yang berhak menerima, Sabtu (07/05/2022).


Kegigihan dan semangat para Babinsa untuk menjalankan perintah dan membantu masyarakat sangatlah nyata, walaupun harus menerjang ombak lautan dan jalan licin untuk mencapai Lokasi Desa pemukiman warga binaannya dan tak menyurutkan tugas yang diberikan kepada Babinsa.

Satu harapan bantuan dapat sampai ke masyarakat tepat waktu dan tetap sasaran adalah kebahagian tersendiri bagi para Babinsa, selain itu mereka juga melaksanakan program Mutiara Pattimura memberi solusi segala kesulitan rakyat binaannya. (Penrem151)

Bagi ke WA Bagi ke G+